Jembrana – Pendaratan rombongan ekspedisi pejuang Bali ke Jawa di Pantai Yeh Kuning, Desa Pekutatan, Jembrana, diperingati secara khidmat pada Jumat (5/4/2024). Acara yang digelar Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) ini diawali dengan penghormatan kepada para pahlawan dan dilanjutkan dengan tabur bunga di Monumen Pendaratan Rombongan Ekspedisi Pejuang Bali.
Ketua DPC Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jembrana menegaskan peristiwa 5 April 1946 itu menjadi momen penting perjuangan kemerdekaan di Bali. Rombongan yang dipimpin Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai berhasil menyeberang dari Banyuwangi dan mendarat dengan selamat di Yeh Kuning.
Ekspedisi ini bertujuan menghadap pemerintah pusat di Yogyakarta untuk melaporkan situasi perjuangan di wilayah Sunda Kecil sekaligus memohon bantuan senjata, amunisi, dan pasukan. “Permohonan rombongan ekspedisi diterima dengan baik dan seluruh bantuan yang diajukan disetujui pemerintah pusat,” kata Wakil Ketua YKP, Ir. Wayan Sudarta, MS., dalam sambutannya.
Rombongan ekspedisi berangkat dari Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Bangli pada 19 Desember 1945 menuju Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng. Setelah tiba di Banyuwangi pada 1 Januari 1946, mereka melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta dan mendapat mandat penting: Resimen TRI Sunda Kecil diberi kewenangan mengatur perjuangan di kawasan itu secara menyeluruh.
Selain senjata dan amunisi, pemerintah pusat juga mengirim tenaga sukarela serta obat-obatan dari Palang Merah Indonesia. Setelah tiga bulan melaksanakan tugas di Jawa, rombongan kembali ke Bali pada awal April 1946. Perahu yang ditumpangi I Gusti Ngurah Rai sempat bocor dan kembali ke Muncar, Banyuwangi, sebelum akhirnya berhasil mendarat di Yeh Kuning pada 5 April 1946 pagi.
Acara peringatan dihadiri DPD LVRI Provinsi Bali, pengurus YKP, DPC LVRI Jembrana, DPC Pemuda Panca Marga (PPM) Jembrana, serta unsur pimpinan Stispol Wira Bhakti dan SMKS Wira Bhakti. *






