Peristiwa heroik Puputan Margarana pada 20 November 1946 menjadi bukti kegigihan I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya yang dengan berani bertempur habis-habisan melawan penjajah Belanda. Mereka mempertaruhkan nyawa demi mengusir kolonialisme dan mengembalikan kemerdekaan Indonesia.
Namun, di era modern saat ini, nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme seakan mulai memudar, terutama pada generasi Z. Banyak anak muda yang lupa bahwa kemerdekaan yang mereka nikmati saat ini diraih dengan darah dan air mata para pahlawan.
Gejala Pudarnya Nasionalisme Generasi Z
Fenomena yang memprihatinkan kerap terlihat di sekolah:
-
Ada yang bercanda saat menyanyikan Indonesia Raya.
-
Mengobrol ketika mengheningkan cipta.
-
Menganggap upacara bendera hanya formalitas, bukan momen penghormatan kepada jasa pahlawan.
Selain itu, minimnya pemahaman tentang sejarah bangsa membuat sebagian generasi muda lebih bangga mengadopsi budaya luar ketimbang melestarikan budaya sendiri. Misalnya, demam drama Korea, tren fesyen, gaya rambut, musik, hingga kecantikan yang diikuti tanpa filter. Banyak yang malu menggunakan produk lokal dan lebih bangga dengan produk impor.
Tak jarang, perilaku negatif seperti begadang berlebihan, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga tawuran semakin marak, menunjukkan menipisnya rasa persatuan di kalangan pelajar.
Penyebab Lunturnya Patriotisme
Beberapa faktor yang mendorong lunturnya nilai nasionalisme antara lain:
-
Pengaruh globalisasi yang membuat budaya asing lebih mudah diakses.
-
Kurangnya pendidikan sejarah dan budaya yang menarik bagi anak muda.
-
Minimnya teladan dari tokoh publik atau figur yang dikagumi generasi Z.
-
Akses media sosial yang membuat gaya hidup luar negeri lebih mendominasi.
Fenomena ini tak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga mulai merambah pedesaan karena internet menjangkau hampir seluruh pelosok.
Cara Menumbuhkan Patriotisme Generasi Z
Patriotisme modern tidak lagi identik dengan mengangkat senjata, tetapi bisa diwujudkan dengan cara-cara positif, seperti:
-
Berprestasi di bidang olahraga, seni, budaya, dan sains untuk mengharumkan nama bangsa.
-
Menghargai produk lokal dan ikut mempromosikannya.
-
Bijak bermedia sosial, menggunakan platform digital untuk menyebarkan konten positif tentang Indonesia.
-
Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari disiplin, kerja keras, hingga menghargai perbedaan.
Mengamalkan Pancasila tidak harus selalu melalui seminar atau diskusi formal. Kita bisa mulai dari diri sendiri—bekerja keras, cerdas, dan ikhlas—serta menularkan semangat itu ke lingkungan sekitar.
Menjaga Api Nasionalisme
Generasi Z adalah harapan bangsa. Jangan sampai nilai-nilai patriotisme hanya menjadi cerita di buku sejarah. Dengan pemahaman yang benar, mereka bisa menjadi agen perubahan, melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara yang relevan di era digital. *






