Denpasar – Putra Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Gede Yudana, menyampaikan terima kasih dan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto, yang menurutnya harus menjadi momentum untuk menguatkan ingatan kolektif bangsa. Pernyataan I Gusti Ngurah Gede Yudana ini disampaikan sebagai bentuk refleksi terhadap pengorbanan para pejuang kemerdekaan, dan diharapkan menjadi fondasi bagi kebijakan pembangunan nasional, khususnya yang berorientasi pada karakter dan identitas. Ungkapan ini disampaikan I Gusti Ngurah Gede Yudana baru-baru ini menyusul perhatian yang diberikan negara terhadap sosok ayahnya.
I Gusti Ngurah Gede Yudana menilai, penghargaan yang diberikan Presiden Prabowo terhadap I Gusti Ngurah Rai menunjukkan komitmen negara untuk terus mengenang pengorbanan pahlawan. Menurutnya, penghormatan sejarah memiliki nilai strategis karena bangsa yang mengingat pahlawannya cenderung memiliki ketahanan nasional yang lebih kuat. Ingatan kolektif ini penting untuk menumbuhkan rasa persatuan dan semangat pengabdian dalam menghadapi tantangan global.
Dalam upaya melestarikan narasi sejarah, keluarga I Gusti Ngurah Gede Yudana berencana membuat film dokumenter tentang peristiwa heroik Puputan Margarana. Data dari UNESCO menunjukkan bahwa produk audio-visual memiliki tingkat retensi pesan 60 persen lebih tinggi dibandingkan teks. Inisiatif ini dinilai penting sebagai medium edukasi yang efektif dan relevan bagi generasi muda di era digital.
I Gusti Ngurah Gede Yudana menekankan perlunya dukungan negara terhadap inisiatif masyarakat dalam menghidupkan kembali sejarah. Pemerintah didorong untuk berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan pendanaan, ruang kolaborasi, dan akses arsip sejarah yang memadai. Menurutnya, negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan terbukti berhasil memperkuat identitas nasional melalui industri kreatif berbasis sejarah.
Terkait pembangunan daerah, I Gusti Ngurah Gede Yudana berharap agar Bali semakin maju sesuai cita-cita perjuangan I Gusti Ngurah Rai. Ia mengingatkan bahwa pembangunan di Bali, yang merupakan pusat warisan budaya, harus berorientasi pada kearifan lokal, seperti semangat keberanian dan pengorbanan yang disimbolkan oleh Puputan Margarana. Hal ini penting untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian nilai budaya.
I Gusti Ngurah Gede Yudana berharap ungkapan terima kasihnya direspons negara dengan kebijakan yang lebih proaktif, tidak hanya sebatas upacara peringatan. Kebijakan proaktif yang dimaksud meliputi dukungan terhadap riset sejarah, produksi film, dan revitalisasi situs perjuangan. Tujuannya agar penghormatan kepada pahlawan tidak hanya simbolis, tetapi juga produktif bagi pembangunan karakter bangsa ke depan. *yas






