Denpasar – Salah satu inti pengabdian Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) selama 74 tahun adalah menyediakan akses pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Hal ini ditegaskan kembali Ketua YKP, I Gusti Ngurah Gede Yudana, pada acara puncak HUT YKP, Stispol Wira Bhakti ke-40, SMKS Wira Bhakti ke-16.
Pidato Ketua YKP secara gamblang menyebutkan bahwa program kesejahteraan YKP, khususnya bagi masyarakat kecil, diwujudkan melalui dua lembaga pendidikan yang dikelolanya yaitu SMKS Wira Bhakti Denpasar dan Stispol Wira Bhakti Denpasar.
Untuk memastikan pendidikan dapat dijangkau semua kalangan, YKP menetapkan kebijakan yang sangat berpihak pada masyarakat. SMKS Wira Bhakti Denpasar tidak memungut uang gedung dan hanya memungut SPP sebesar Rp 150.000 per bulan. YKP juga memberikan bantuan khusus kepada alumni SMKS Wira Bhakti yang melanjutkan pendidikan di Stispol Wira Bhakti berupa gratis SPP selama 1 tahun.
Kebijakan ini merupakan manifestasi dari salah satu etos YKP, yaitu idola masyarakat kecil, yang bertujuan agar yayasan dan lembaganya menjadi pujaan masyarakat luas, khususnya lapisan masyarakat bawah, melalui biaya pendidikan yang terjangkau namun dengan lulusan yang berkualitas.
Mencetak Administrator dan Wirausahawan Unggul
Stispol Wira Bhakti sendiri kini memiliki tiga program studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Bali dan nasional, yakni Prodi Administrasi Publik, Prodi Administrasi Bisnis dan Prodi Pariwisata.
Tiga prodi ini menunjukkan keseriusan YKP dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter, yang siap berdaya saing global tanpa melupakan akar jati diri bangsa.
Selain program pendidikan, YKP secara konsisten menjalankan program yang berkaitan dengan peringatan perjuangan. Ketua YKP juga secara khusus menyinggung penghargaan terhadap pejuang wanita yang gugur bersama I Gusti Ngurah Rai pada perang Puputan Margarana 20 November 1946 yakni Sersan Men Lumut. Pengingat ini menegaskan bahwa YKP tidak hanya fokus pada pembangunan intelektual, tetapi juga penanaman nilai-nilai sejarah, pengorbanan, dan kesetaraan dalam perjuangan kebangsaan.
YKP juga secara rutin menyelenggarakan kegiatan sosial yang berkaitan dengan peringatan perjuangan, menjadi jembatan sejarah bagi generasi muda. Kegiatan ini meliputi peringatan di Celukan Bawang, Yeh Kuning, Munduk Malang, Pertempuran Tanah Aron, hingga Peringatan Puputan Margarana. Hal ini bertujuan untuk mengobarkan semangat kebersamaan dan mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan dalam setiap langkah yayasan.
Di sisi internal, semangat kebersamaan dipererat melalui kompetisi catur dan pingpong. Seluruh rangkaian perayaan ini diharapkan menjadi dorongan untuk terus menjadikan YKP bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. *yas






