Tabanan – Keluarga besar Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) memperingati Hari Lahir Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (DPRI) Sunda Kecil di Monumen Markas Besar Umum (MBU) DPRI Sunda Kecil, Banjar Munduk Malang, Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Selasa (16/4/2024).
Upacara dimulai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan di halaman monumen, dilanjutkan dengan tabur bunga oleh inspektur upacara dan seluruh peserta.
Wakil Ketua Pengurus YKP, Ir. Wayan Sudarta, MS., menyebut lokasi MBU DPRI Sunda Kecil memiliki arti penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan di wilayah Sunda Kecil (sekarang Nusa Tenggara), khususnya Bali. “Di tempat ini, pada 16 April 1946, diselenggarakan rapat rahasia yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai bersama perwira TRI (sebelumnya TKR) Sunda Kecil dan tokoh organisasi non-militer. Rapat tersebut melahirkan DPRI Sunda Kecil dengan I Gusti Ngurah Rai sebagai pucuk pimpinan,” ujarnya.
DPRI Sunda Kecil dibentuk secara berjenjang dari tingkat provinsi hingga banjar, menggabungkan unsur militer dan non-militer. Pasukan tempurnya, Pasukan Induk MBU DPRI Sunda Kecil, beranggotakan sekitar 1.000 pejuang dari seluruh kabupaten di Bali dengan markas utama di Munduk Malang. Fakta sejarah mencatat, MBU DPRI Sunda Kecil menjadi cikal bakal Kodam IX/Udayana, dan I Gusti Ngurah Rai adalah Pangdam IX/Udayana pertama.
Momentum peringatan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wayan Sudarta mewakili Ketua Pengurus YKP. Acara ditutup dengan peninjauan museum tempat rapat bersejarah itu diselenggarakan.
Hadir dalam peringatan tersebut perwakilan DPD LVRI Provinsi Bali, pengurus dan pengawas YKP, pimpinan Taman Pujaan Bangsa Margarana, Stispol Wira Bhakti dan SMKS Wira Bhakti, DPC LVRI Kabupaten Tabanan, DPC Pemuda Panca Marga Tabanan, Camat Selemadeg Timur, perbekel se-Kecamatan Selemadeg Timur, serta warga setempat. *






